Anak shalih-shalihah dalam bingkai keluarga sakinah,mawadah,warohmah


Ketika seorang menikah,tujuanya menjaga agamanyadan ingin meraih bahagia dalam rumah tangga yang di bangunya.dan juga ingin mendapat anak-anak yang shalih dan shalihah.

Namun di ahir zaman ini kita melihat banyak rumah yang di harapkan menjadi surga ternyata malah jadi neraka,begitu banyak anak-anak yang menjadi gelandangan hidup di pinggir jalan,anak-anak yang terkena narkoba,anak anak yang menjadi pezina,wanita-wanita yang menjual dirinya.kalau kita boleh bertanya,kemana sebenarnya orang tuanya?apakah mereka terlahir tanpa orang tua?

Rumah tangga yang ideal menurut ajaran islam adalah rumah tangga yang diliputi sakinah (ketentraman jiwa),mawadah (rasa cinta),rahmah(kasih sayang).

Salah satu tujuan pernikahan ialah diantarnya  untuk mengembangkan dan melestarikan bani adam.

Namun dalam hal ini,dalam pernikahan bukan hanya sekedar memperoleh anak,tapi berusaha melahirkan generasi berkualitas,yaitu anak yang shalih dan shalihah yang alim dan fakih ,yang mulia dan msndiri.

ARTI KELUARGA SAKINAH,MAWADAH,WAROHMAH


Keluarga sakinah,mawadah,warohmah adalah keluarga yang semua anggota keluarga merasakan ketenangan,tentram,damai,bahagia,pengayoman,perlindungan,merasakan kasih sayang.

Setiap orang punya perbedaan persepsi tentsng arti kebahagiaan sehingga masing-masing keluarga menggunakan cara dan jalan yang berbeda dalam menggapai bahagia dalam rumah tangga.
Sebagian keluarga menilai kebahagiasn dengan prestasi-prestasi akademik.maka setiap kekuarga di pacu untuk semangat belajar dalam rangka menggapai cita-cita akademiknya,sehingga berbagai macam gelar bertengger pada nama-nama anggota keluarga ini.

Sementara kelyarga yang lain menganggap bahwa melimpahnya harta dan kekayaan dapat menghantarksn pada puncak kebahagiaan.maka seluruh angota keluarga itu pun terinspirasi untuk  merengkuh berbagai pernak pernik dunis seperti mobil mewah,rumah bak istana dan tampilsn ala selebritis.
Sebagisn lagi menganggap bahwa jabatan dan kedudukan sebagai tolak ukur kebahagiaan sehingga hidupnya terkuras hanya untuk meraih jabatan.
Bahkan tida sedikit yang menghalalkan segsla cara untuk meraih kedudukan dan jabatan itu.

IMEWUJUDKAN "BAITI JANNATI"


Setiap orang pasti menginginkan kehidupan rumah tangganya  bagaikan di surga,maka harus dimulai dari diri sendiri dalam rumahnya.ketika dalam anghota keluarga atau dalam rumah adalah orang yang shalih dan shalihah maka insya allah akan terbangun baiti jannati,rumahku surgaku.

Tapi jika dalam rumah terdiri dari orang yang berahlak tidak baik,maka akan tercipta rumshku neraka ku.na'udzubillahi min dzalik.

Untuk mendapat keluarga arperti kehidupan di surga (baiti jannah) hanyalah Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai dasar pedoman dalam kehidupan.
Sebagai upaya untuk menuju baiti jannah diantaranya adalah;

1. Mengutamakan dan menomorsatukan urusan agama.
Tarbiyah imaniyah(pendidikan keimanan)

2.menciptakan raudlah min riyadlil jannah di rumah.
Di tengah kedibukan dalam aktivitas tetkadang membuat penat dan lelah,alangkah segarnya bila istirahat sejenak di sebuah taman indah dalam rumah milik kita sendiri.

3.mengenalkan dan menceritakan kenikmatsn surga pada keluarga.
Hal itu juga termasuk menghadirkan keluarga di rumah.
Mulai dari sifat surga,kenikmatan surga,dan kenikmatsn besar dan agung ysitu "keridlaan Allah SWT"
   Dengan demikian seluruh anggota keluarga srlaku mengingat dan termotivasi untuk menjadi penghuni surga

4.Menghidupkan suasana jamaah dslam kekuarga.
Dalam jamaah ,hoby ngaji,mendengarkan nasehat,bergaul dengan orang sholeh.

MEQUJUDKAN RUMAH TANGGA SAKINAH,MAWADAH,WAROHMAH


Kehidupan rumah tangga sudah pasti di awali dwngan ikatan suci yaitu AKDUN NIKAH,dalam perjalanan selanjutnya,jika allah mengijinkan maka akan lahirlah buah hati yairu seorang anak.dengan demikian maka terjadilah perubahan setatus secara alamiah yaitu,seorang suami sekaligus jadi seorang ayah,istri jadi ibu.perubahan ini bukan berarti tida ada konsekuensinya,tetapi sudah pasti diiringi tugad tanggung jawab besar.

Untuk jadi keluarga sakinah,mawadah,warohmah butuh harmonisasi keluarga,yaitu
   1.seorang laki lakidalam keluarga bisa menjadi seorang suami dan ayah.
Memenuhi lahir dan batin istri itu mutlak tanggung jawab suami.semua harus seimbang papan,sandang,pangan, perhatian kepedulian dan cinta kasih sayang.
Laki laki pemimpin kaum perempuan dalam rumah tangga,dalam keluarga laki laki  menjadi decision maker yang akan menjadi penentu arah pembinaan keluarga.lebih lebih terhadap kebutuhan anak yang harus dipenuhi ialah pendidikan dan agamanya ,karena itu menentukan masa depan.

  2.Seorang perempuan dalam keluarga bisa menjadi seorang istri dan ibu.
Besar peran istri dalam keluarga mengurus anak anaknya,menjaga membesarkan dan dalam kesuksesan dunia ahirat.

  3.seorang anak dalam keluarga bisa menjadi anak sholih dan sholihah.salah satunya
Birrul walidain adalah kewajiban anak pada kedua orang tuanya.

MEMBENTUK ANAK SHALIH SHALIHAN DALAM KELUARGA SAKINAH,MAWADAH,WAROHMAH

Potret anak shalih dan shalihah sangat menentukan harga dan nilai keindahan bingkai keluarga.sebuah keluarga akan mencapai tingkatan ideal yang di sebut sakinah,mawadah,warohmah,tidak hanya di tentukan harmonisya rumah tangga akan tetapi buah hati,permata jiwa, anau anak justru menjadi penentu paling dominan. Selain dunia maupun ahirat,anak adalah aset berharga keluarga,keselamatan orang tua di ahirat dan do'a mereka adalah jariyah yang terus mengalir bagi orang tuanya.

POTRET ANAK SHALIH DAN SHALIHAH


  -Tertib dan rajin ibadah ,utamanya shalat 5 waktu dengsn jamaah
  -rajin mengaji dan mengikuti kegiatan dalam jamaah
  -mencintai alqur'an,bahkan menjadi hafidh alquran
  -bergaul dengan orang yang baik
  -mutawari' terhadap hukum agama dan peraturan jamaah.
Itu harus di miliki anak shslihdan shalihah.

Khususnya keluarga,anak shalih dan shalihah mempunyai sifat
  1.Mencintai,meylnyayangi dan berbakti pada orang tua.
  2.Bisa menjadi penyelamat bagi keluarga.
  3.Bisa menjadi sumber kebahagiaan orang tua didunia dan ahirat.
  4.meringankan beban kehidupan orang tua
  5.Senantiasa mendo'akan orang tusnya.
  6.Bisa menggantikan posisi orang tua,bila orang tua telah tiada.


Anak adalah investasi orang tua di dunia dan ahirat.
Ketika orang tua sudah tidak lagi  mampu seperti yang dulu.siapa yang mau mengurus kita kalau tidak pernah mendidik anak anak kita?

Sumber : 

Edit  : @saefu_kawzuki

Post a Comment